Don’t Think, Just Shoot!

Pernah dengar benda bernama LOMO?
Belum?

Kalau Leningsradskoye Optiko Mechaninicheskoye Obyedinenie, pernah dengar nggak?

Buset, bahasa planet mana ‘tuh!

Tambah bingung ya?

Lomografi tercipta dari St. Petersburg, Rusia.
Kamera Lomo Kompakt Automat sebetulnya sudah tercipta pada awal 80-an, namun sempat tenggelam selama sepuluh tahun.
Awal 90-an beberapa mahasiswa asal Austria kembali menggali keindahan, keunikan dan keotentikan karya foto Lomo.
Sejak ”penemuan” kembali di Austria itu, Lomo pun segera menebar virus ke seluruh dunia.

Pernah lihat kamera yang sekali jepret bisa jadi 4 foto dalam satu frame nggak?

Nah itu dia, kamera macam begitu yang disebut LOMO.
LOMO adalah sebuah nama perusahaan optik dari Rusia,
yang juga dijadikan merek dagang produk-produknya seperti kamera, teleskop, dan mikroskop.
Dulu, LOMO ini memasok keperluan perlengkapan optik tentara Rusia sejak dari zaman Perang Dunia ke-2.
LOMO yang terkenal dengan jajaran produk kameranya,
juga menjadi supplier kamera dan perlengkapan optis untuk keperluan spionase dan intelijen para agen KGB.

Pastinya kalian sudah penasaran ingin tahu sebenarnya apa itu LOMO.
LOMO yang dikenal sekarang adalah jajaran produk kamera film yang dikeluarkan oleh perusahaan tersebut.
But, there’s this thing about LOMO.
Lomografi bisa dibilang fine art (seni murni), apa adanya.
Sebetulnya teknologi lomografi itu adalah pin-hole camera (kamera lubang jarum).
Kalo kalian motret make kamera LOMO, hasilnya akan jauh banget dari hasil jepretan kamera pada umumnya.
Misalnya kalian motret temannya yang lagi ketawa pakai kamera LOMO seri “supersampler” yang memiliki 4 lensa,
kalian akan dapat 4 buah gambar teman kalian yang lagi ketawa dengan momentum yang berbeda dalam satu frame.
Pokoknya artistik banget.

Hasil jepretan LOMO itu beda banget dan sangat unik.
Warna foto-foto yang dihasilkan LOMO itu entah kenapa bagus banget dan sangat khas LOMO.
Mungkin karena lensanya. Terus suka ada kayak vignet-vignet (sudut frame foto yang tercetak gelap).
LOMO ini sendiri udah jadi sebuah society baru di dunia.
Kini, tercatat lebih dari 500.000 anggota komunitas Lomografi yang tersebar di mancanegara.
Kebanyakan, mereka berprofesi artis, desain kreatif, desainer.
Komunitas LOMO di Indonesia menggunakan nama LOMONESIA dan menjadikannya wadah para penggemar LOMO di Indonesia.
Lomografi menjual seni dan gaya hidup tersendiri. Mari kita dukung Lomografi Indonesia!

Para pengguna LOMO menggunakan istilah LOMOGRAPHY menggantikan fotografi dalam merujuk pada culture baru dunia fotografi ini.
LOMOGRAPHY itu terlepas dari kaidah foto-foto biasa. Moto utamanya aja, ‘don’t think, just shoot’.
Nggak usah mikir hasilnya bagaimana, pokoknya jepret! Memang sepertinya LOMO menekankan bahwa siapa aja bisa motret.
At least motret memakai LOMO pasti akan menghasilkan foto yang menarik, unik dan pastinya artisitik tanpa membutuhkan skill fotografi khusus.
Wuih menarik banget yaaaa…..

Tapi satu hal yang perlu kalian cermati kalau pengen menggunakan LOMO.
Every single LOMO has it’s own unique LOMOGRAPH result, tiap LOMO bakal menghasilkan foto yang berbeda satu sama lainya.
Every LOMO are different from another.
Yang khas dari foto-foto LOMO adalah fotonya yang multiple exposure (dalam satu frame terdapat banyak foto-foto kecil atas objek foto) dan bisa dengan sudut yang beda-beda.
Bahkan tone warna yang variatif pula.

Lieur? Lihat aja deh contoh foto-fotonya.

Nah, ini dia bahayanya LOMO. Dia itu bikin nyandu banget para penggunanya.
Soalnya kalau kalian udah nyoba satu jenis LOMO, pasti penasaran pengen tahu hasil yang lainnya.
Jadi deh ketagihan buat ngoleksi LOMO.

O, iya. LOMO belum ada versi digitalnya. Semuanya masih versi analog, kalau yang bisa diperoleh kebanyakan menggunakan film 35mm yang biasa dijual di toko-toko.
Harga sebuah kamera LOMO nggak mahal ‘koq. Kebanyakan cuma enam digit.
Tapi disaranin, kalau tertarik mendingan beli yang tipe LCA, LOMO Kompakt Automat.
Soalnya tipe ini yang paling fleksibel buat ditambahin aksesoris buat menghasilkan foto-foto yang seru.
Harga tipe yang satu ini sekira 1,8 jutaan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

So, how ‘bout it boys and gals? Interested?
Kalo udah beli LOMO jangan ketinggalan buat aktif di milisnya LOMONESIA di: lomonesia@yahoogroups.com.
kalian juga bisa kirim-kiriman e-mail ke: lomographyindonesia@hotmail.com.
If you got yourself a LOMO, take your LOMO everywhere you go.
And don’t think about the result. Just shoot!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s